Visi
Menjadi iconic space terkemuka yang memadukan warisan sejarah teh Indonesia dengan gaya hidup modern, sekaligus menjadi pusat edukasi teh kontemporer yang inspiratif.
"Inspired by the enduring legacy of K.A.R. Bosscha, the visionary pioneer of Bandung's legendary tea plantations, we bring a piece of history to your modern lifestyle.
Our journey begins in the misty, sunkissed highlands of Malabar, where a passion for quality and community first took root over a century ago. Today, we honor that heritage by blending rich history with contemporary craftsmanship."
Nama Bosscha Space lahir dari penghormatan terhadap tokoh legendaris Bandung, K.A.R. Bosscha, melalui permainan kata (wordplay) kreatif antara “Boss” (Pemimpin) dan “Cha” (Teh). Secara filosofis, identitas ini diartikan sebagai “Bos Teh” sebuah makna yang berakar kuat pada fakta sejarah. Karel Albert Rudolf (K.A.R.) Bosscha sendiri merupakan seorang Preanger Planter ternama yang mengelola Perkebunan Teh Malabar di Pangalengan sejak tahun 1896, sekaligus figur sejati yang meletakkan fondasi kejayaan teh di Jawa Barat.
Kini, semangat dan warisan sejarah tersebut hidup kembali di Jl. Ir. H. Djuanda (Dago). Sebagai fasilitas resmi di bawah naungan PTPN I Regional 2, Bosscha Space mengemban misi khusus untuk membangkitkan kembali kejayaan produk teh BUMN, khususnya Teh Walini. Lebih dari sekadar tempat berkumpul, kami menghadirkan ruang ini sebagai etalase edukasi kontemporer tempat nilai sejarah (heritage) berpadu sempurna dengan hangatnya gaya hidup nongkrong modern.
K.A.R Bosscha
Menjadi iconic space terkemuka yang memadukan warisan sejarah teh Indonesia dengan gaya hidup modern, sekaligus menjadi pusat edukasi teh kontemporer yang inspiratif.
Melestarikan warisan sejarah K.A.R. Bosscha, mempopulerkan kembali Teh Walini ke pasar modern, dan menyediakan ruang komunal yang inspiratif bagi generasi masa kini.